Translate this page to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified


MATI ADALAH KEUNTUNGAN

LOVE GOD - Demi kebenaran kita jgn pernah takut , Tuhan pasti menyertai langkah kita dlm tegakan kebenaran

MATI ADALAH KEUNTUNGAN
3 Januari 2014 pukul 17:35
4 Januari 2014

“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Filipi 1:21)
Basuki Tjahja Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, mendapat “Bung Hatta Award” karena menjadi pejabat yang anti-korupsi. Saat diwawancara dalam acara “Mata Najwa”, ketakutan terbesarnya bukan menjadi orang miskin. “Dulu saya takut mati,” kata Ahok, demikian panggilannya. Dia takut dibunuh oleh koruptor. Akan tetapi demi menegakkan kebenaran, Ahok rela untuk mati. “Mati adalah keuntungan. Kata-kata itu harus dituliskan dalam nisan saya, jika saya mati. Kalau perlu dalam 3 bahasa: Indonesia, Inggris, dan Mandarin,” lanjutnya.

Orang Kristen pasti tahu bahwa Ahok sedang mengutip pernyataan Paulus. Dia menuliskan surat ini dalam kondisi dipenjara dan ada kemungkinan akan dihukum mati. Bagi Paulus, kematian bukan sesuatu yang mengerikan. Kematian merupakan jalan untuk menikmati kemuliaan yang telah disediakan oleh Allah. Meski demikian, orang Kristen kemudian bertindak fatal dengan sengaja menyongsong kematian seperti dilakukan oleh pengebom bunuh diri. Itu bukan ciri orang yang tidak takut mati. Itu adalah tindakan orang yang takut hidup.

Orang Kristen sejati itu berani mati dan berani hidup. Saat masih hidup, kita menggunakan kesempatan itu untuk bekerja keras melakukan kehendak Allah. Dan bila Tuhan memanggil pulang, itu berarti bahwa tugas kita telah berakhir. Kuncinya terletak pada kesadaran bahwa hidup kita ini bukan kita sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam kita (Galatia 2:20). Maka entah kita hidup, atau kita mati, maka kita sama-sama untung.

Dengan semangat ini maka kita memiliki kekuatan untuk melakukan tugas panggilan kita. Risiko apa pun tidak dapat menghalangi kita sepanjang kita mengarahkan pandangan kita hanya kepada Kristus.
Pendapat Anda:

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.