Translate this page to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified


Bertemu Kasih Tuhan Di Penjara

Edy dikenal dengan nama Aho Bali di lingkungannya, ia sangat ditakuti oleh orang-orang. Sejak kecil Edy mengalami hal yang menyakitkan di keluarganya. Orangtuanya memiliki kesibukan sendiri dan membuat Edy mencari perhatian dalam pergaulannya. Ayah Edy mendidik Edy dengan keras. Ayahnya mengajarkan bela diri supaya Edy tidak kalah dalam setiap perkelahian dengan teman-temannya. Edy terus mendalami bela diri hingga ia tumbuh dewasa. Sampai akhirnya Edy merasa ingin mencoba ilmunya di jalan. Ia bertemu dengan orang lain di jalan lalu berkelahi. Ia merasa sudah hebat karena bisa mengalahkan orang.

Pada suatu hari Edy dan teman-temannya bermain kartu. Lalu ada sekelompok orang datang dan meminta uang dari teman-temannya. Karena merasa tidak terima temannya diperlakukan demikian, Edy pun merasa tertantang. Akhirnya Edy mengajak orang-orang itu keluar dan berkelahi di luar. Tetapi karena kesombongannya, Edy terjebak dalam suatu situasi yang membuat dirinya menjadi terluka. Ia mendapat dua tusukan di perutnya dan kepalanya dipukul dengan kayu-kayu besar. Pada saat ia menyadari hal itu, ia langsung takut dan meminta pertolongan Tuhan. Lalu Edy berlari dan minta pertolongan warga. Akhirnya ada satu rumah yang mengijinkan Edy untuk bersembunyi di rumah mereka. Ia disembunyikan di bawah tempat tidur.


Edy mencobai Tuhan dengan hal lain, yaitu narkoba. Rasa takut ia alami karena kecanduan obat yang ia konsumsi. Edy mengunci dirinya  di kamar dan tidak ingin siapapun masuk termasuk anaknya. Setiap ia melihat jendela terbuka, ia merasa takut dan mendengar suara-suara yang tidak jelas. Ia diberi makan layaknya binatang, makanannya ditaruh di atas lantai.

Istri Edy baru saja mengetahui bahwa suaminya adalah preman dan pecandu. Ia menyesal telah menikah dengan Edy. Ia merasa dibohongi, kecewa dan hancur hati. Pada suatu hari Edy ingin pergi ke Karawang dengan memakai taksi. Karena ia ingin cepat-cepat, maka ia meminta untuk membawa taksinya sendiri, padahal dia sedang mabuk. Tanpa ia duga ada motor melintas di depan taksinya dan akhirnya terjadi kecelakaan yang mengakibatkan orang yang ditabrak itu terluka. Karena panik, maka Edy langsung menancap gas, menendang sopir taksi keluar dan melarikan diri. Tetapi Edy tidak beruntung. Pada saat itu ada polisi yang mengejarnya dan Edy pun tertangkap.

Edy harus mendekam di penjara untuk keenam kalinya karena kekerasan dan obat terlarang. Istri Edy merasa sedih, karena pada saat Edy dipenjara, ia mengalami kesulitan ekonomi. Ia harus menjual semua barang di rumahnya untuk biaya sehari-hari. Walaupun ia merasa kecewa dengan suaminya tetapi ia tetap mengasihi suaminya.

Pada saat di penjara, Edy mengikuti suatu kebaktian. Ia mendengar khotbah tentang suatu hal yang menyebutkan bahwa di dalam Yesus, sesuatu yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang. Pada saat itu ia merasa ada sesuatu yang ia dapatkan. Ia merasa ada yang menyentuh hatinya. Ia menangis tanpa bisa dibendung. Pada saat ia mendengar pujian, ia menutup matanya dan menengadah ke atas. Pada saat itu ia merasa ada sosok besar putih berdiri di hadapannya. Ia sadar itu adalah sosok Tuhan Yesus yang ia kenal. Ia semakin tak kuasa menahan air matanya. Kemudian ia memeluk memeluk kaki-Nya. Selesai ia mengalami lawatan tersebut ia merasa hidupnya jadi baru. Ia mengambil satu komitmen dalam dirinya bahwa mulai saat itu ia akan tinggalkan semua kehidupannya yang lama.


Renungan Harian


Mulai saat itu Edy menjadi pribadi yang baru. Ia mulai membaca Alkitab dan mengenal Tuhan Yesus. Penjara bukan lagi tempat yang menakutkan buat Edy. Edy pun diubahkan Tuhan 180 derajat. Saat ini Edy sudah berkumpul lagi dengan keluarganya. Edy bersyukur karena kasih Tuhan mengubah hidupnya menjadi jauh lebih baik dan berarti. Edy yang dahulu bukan siapa-siapa, dijamah oleh kasih Tuhan dan menjadi manusia yang berarti bagi keluarganya dan orang-orang disekitarnya.
Pendapat Anda:

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.