Translate this page to the following language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified


Yesus adalah domba Paskah yang tidak bercacat cela.


Keluaran 12:5 Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.

renungan harian


Saudaraku, penyembelihan anak domba paskah jantan, tidak bercela dan berumur satu tahun adalah gambaran bahkan nubuatan tentang Yesus yang tidak berdosa yang rela mati di bukit golgota demi menebus kita dari maut. Nubuatan itu di genapi pada ayat dibawah.

I Korintus 5:7b Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.

Yesus manusia yang tidak berdosa yang menjadi korban paskah bagi kita itulah sebabnya ketika kita menerima kematian dan pengorbanan Tuhan Yesus sama dengan kita telah makan roti dan domba paskah. Ketika kita menerima darah Yesus menyucikan dosa kita adalah ibarat kita membubuhkan darah domba paskah pada tiang dan ambang atas pintu.

Keluaran 12:46 Paskah itu harus dimakan dalam satu rumah juga; tidak boleh kaubawa sedikit pun dari daging itu keluar rumah; satu tulang pun tidak boleh kamu patahkan.
Kita perhatikan ayat diatas khususnya yang bercetak tebal. Ini adalah nubuatan bahwa tidak satupun tulang Yesus yang akan dipatahkan. Kalau kita perhatikan Film tentang penyaliban Tuhan Yesus, kaki kedua orang yang turut disalibkan dengan dia, yaitu yang di kiri dan kanannya dipatahkan, namun prajurit Romawi tidak mematahkan kaki Tuhan Yesus (Yohanes 19:32), itu bukan kebetulan saudara, itu memang sudah tertulis sejak semula yaitu pada Keluaran 12:46 diatas.

Dan ada satu hal lagi yang kita tidak boleh lupa yaitu darah yang di oleskan pada kedua tiang pintu dan ambang atas adalah gambaran dari salib. Untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan ayat dibawah.

Keluaran 12:7 Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.

Keluaran 12:23 Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi.

Dari kedua ayat ini kita melihat bahwa tanda darah terdapat pada kedua tiang pintu. Kita mengetahui bahwa tiang adalah berbentuk garis vertikal sedangkan ambang atas adalah garis horizontal. Jika kita menarik garis vertikal dan horizontal maka akan ada titik potong yang berbentuk salib. Jadi tanda darah yang berbentuk vertikal dan horizontal adalah gambaran bahkan nubuatan bahwa Yesus mati dan darahnya tercurah di kayu salib. Nubuatan ini menguatkan kami pribadi bahwa Yesus benar mati di kayu salib, bukan mati pada sebuah tiang pancang setinggi dua meter seperti anggapan beberapa orang (karena ada aliran kepercayaan yang beranggapan bahwa Yesus tidak mati di kayu salib melainkan di tiang pancang setinggi kira-kira 2 meter ).Oleh sebab itu saudara, tidak satupun yang terjadi pada Yesus adalah kebetulan. Semua yang terjadi pada Yesus sudah dinubuatkan terlebih dahulu. Bahkan setiap perkataan Yesus dikayu salib pun sudah juga dinubuatkan terlebih dahulu.

Oleh sebab itu saudara, marilah kita memperingati paskah bukan hanya sekedar rutinitas, bukan hanya sekedar perayaan tetapi lebih dari itu mari kita memperingati paskah dengan mengingat bagaimana pengorbanan Tuhan Yesus dikayu Salib, mengingatkan akan Yesus yang rela meninggalkan surga yang mulia untuk menjadi domba paskah bagi kita. Jika Dia rela menjadi korban paskah bagi kita bukankah kita layak memperhambakan diri kepada-Nya, dan hidup menurut kehendak-Nya?
Tuhan Yesus memberkati. Amin
Pendapat Anda: